Copyright 2018 - Pengadilan Agama Stabat

Stabat, pa-stabat.net (23/02)
Harta memiliki tempat yang lebih dominan dibandingkan ilmu bagi kebanyakan orang pada zaman now, tetapi ini adalah sebuah kesalahan. Karena orang berilmu itu akan ditinggikan Allah Swt derajat dengan beberapa derajatnya demikian dinukilkan Allah swt dalam surah Almujadalah ayat 11.

Menuntut ilmu itu merupakan tuntutan sekaligus kewajiban yang melekat pada diri setiap orang muslim baik laki-laki maupun perempuan. (HR.Ibnu Majah) kemudian Tuntutlah ilmu itu walaupun ke negeri China.(HR.Ibnu Adi, Abu Nu’aim dan Baihaqiy) menurut Ibnu Hibban dan As syakhawi, bahwa hadis ini statusnya bathil. Disamping itu Imam Syafi’i mengatakan bahwa siapa yang menghendaki dunia harus dengan ilmu, siapa yang menghendaki akhirat harus dengan ilmu dan siapa yang menghendaki keduanya juga harus dengan ilmu.
Ali bin Abi Thalib adalah sahabat yang pandai, cerdas, dan berilmu. Hal ini dibuktikan dari sabda Rosulullah saw sebagaimana berikut ini : اَنَا مَدِيْنَةُ الْعِلْمِ وَعَلِيُّ بَابُهَا Artinya : “ Aku adalah kota ilmu sedangkan ali adalah pintu “.Dalam kisahnya, sahabat Ali mampu menjawab satu pertanyaan dengan 10 jawaban yang berbeda mengenai keutamaan ilmu dibandingkan harta. Dengan jawaban Ali tersebut terbantahlah penyataan yang menyebutkan harta lebih baik daripada ilmu. Berikut adalah 10 keutamaan ilmu dibanding harta:

  1. Ilmu adalah warisan para Nabi sedangkan harta adalah warisan Qarun.
  2. Imu bias menjaga anda sedangkan harta, Andalah yang harus menjaganya.
  3. Orang berilmu mempunyai banyak teman sedangkan orang berharta banyak musuh.
  4. Ilmu yang sering diajarkan akan terus bertambah, sedang harta yang sering dipergunakan akan berkurang.
  5. Ilmu tidak bias dicuri sebaliknya harta bisa dicuri.
  6. Orang berilmu dipanggil yang mulia sedangkan orang berharta dipanggil dengan sebutan kikir, bakhil atau pelit.
  7. Pemilik ilmu akan mendapat syafaat dengan ilmunya sedangkan pemilik harta akan diperhitungkan dengan hartanya.
  8. Ilmu tidak pernah habis atau hancur tapi sebaliknya harta akan hancur sesuai dengan perjalanan waktu.
  9. Ilmu akan menyinari/menerangi hati sedangkan harta akqan menjadikan hati keras.
  10. Pemilik ilmu akan merasa bahwa ia seorang hamba sedang pemilik harta akan merasa seperti penguasa bahkan sebagi Tuhan.

Oleh karena itu tidak ada alasan untuk menolak dari kewajiban menuntut ilmu itu terutama menuntut ilmu agama, paling tidak mari kita amalkan hadis Rasul Kun ‘aaliman au muta’alliman au mustami’an au mahabban wala takun rabi’an = Jadilah engkau orang berilmu, atau orang yang menuntut ilmu, atau orang yang mau mendengar ilmu, atau orang yang menyukai ilmu. Dan janganlah engkau menjadi orang yang kelima maka kamu akan celaka” (HR. Baihaqi).
Demikian ringkasan isi Bintal Pengadilan Agama Stabat yang disampaikan oleh Akma Qamariyah Lubis, S.Ag., S.H., M.A. pada hari Rabu tanggal 5 Jumadil Akhir 1439 H/21 Februari 2018, semoga ada manfaatnya. Aamiin.