• 2

Copyright 2018 - Pengadilan Agama Stabat

Stabat, pa-stabat.net (02/04)
Peristiwa isra’ dan mi’raj hanya terjadi pada Nabi Muhammad Saw, oleh karena itu ada yang berpendapat bahwa peristiwa itu merupakan mu’jizat Rasulullah, yang terjadi pada saat Nabi mengalami peristiwa musibah secara beruntun yakni dengan wafatnya Khadijah (sebagai isteri) yang mendukung sepenuhnya perjuangan Rasul dengan jiwa, raga dan hartanya serta meninggalnya Abu Thalib sebagai paman yang bertindak sebagai perisai bagi Rasul segala macam intimidasi, teror dan penyiksaan, maka tahun itu disebut sebagai tahun “ ’AAMUL HUZNI ” (Tahun dukacita).

Peristiwa isra’ mi’raj penuh dengan hikmah, ibrah dan mau’zhah (pengajaran) atau mutiara diantaranya:

  1. Dada Rasullullah Saw di belah, lalu dibuang darah kotor, lalu di masukkan ilmu dan hikmah kemudian diletakkan dipunggungnya stempel yang lebih dikenal dengan khatamun nubuwah yang isinya di dalam kotak bertuliskan الله وحده لا شريك له محمد عبده ورسوله dan disebelah kanan bertuliskanحيث شئت توجه serta sebelah kiri bertuliskan فانك منصور artinya Allah Maha Esa, tidak sekutu bagiNya, pergilah kemana yang engkau suka, sesungguhnya engkau akan di tolong. Dengan mutiara ini dapat diambil suatu pengajaran bahwa dikala telah ‘azham (tekat bulat) atau akidah dan keyakinan akan ke Maha Esaan, Ke Maha Kuasaan, Ke Maha Penolong dan semua ke mahaan Allah swt, maka kemanapun kita pergi akan selalu dibantu, ditolong dan dilindungi oleh Allah swt.
  2. Ketika Rasullullah sampai di Sidratul muntaha yang merupakan batas pemisah antara Penghuni bumi dan penghuni langit, Rasulullah melihat berklebat bayangan sesuatu, lalu pertanyaan dalam hatinya, apa yang berklebat itu, apakah syetan, malaikat atau manusia ? tiba tiba Rasul mendengar suara, itu adalah manusia, kenapa ada manusia disini padahal sidratul muntaha ini adalah batas antara penghuni langit dan bumi. Suara terdengar lagi manusia yang demikian karena dia mengamalkan tiga hal yaitu: كر الله لسانه رطب بذ lidahnya basah berzikir kepada Allah. معلق بالمساجد قلبه hatinya selalu selalu terpaut dengan mesjid. ولم يستسب بوالد يه dan ia tidak pernah mencaci/mencela kedua orangtuanya.
  3. Kemudian Rasulullah juga melihat dari batu kerikil keluar anak sapi, begitu anak sapi itu keluar langsung besar, kemudian ia berusaha dengan berbagai usaha untuk masuk kembali ke dalam krikil tersebut. Tapi ternyata tidak bisa masuk lagi. Melihat ke anehan tersebut Rasul bertanya apa ini ? Ini adalah gambaran dari ummatmu yang suka berbicara se enaknya tanpa berpikir panjang tentang akibat ucapannya itu. Setelah ia berbicara akibatnya menimbulkan kekacauan, kegaduhan, baru ia menyesal dan ingin menarik kembali ucapannya, tapi keinginan tersebut sesuatu hal yang mustahil. Oleh Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa orang mu’min itu meletakkan lidahnya di belakang hatinya dengan artian sebelum berucap, tanya lebih dahulu hati itulah pepatah mangatak piker dahulu pendapatan sesal kemudian tiada guna. Akan tetapi orang munafik meletakkan lidah di depan hatinya, tanpa pikir-pikir langsung aja nyembur. Padahal menarik kembali kata yang telah terucap suatu hal yang paling sulit. Hati-hati dengan lidah yang tidak bertulang, karena pepatah mengatakan lidahmu adalah harimau bagimu, luka karena pisau bisa diobati tapi kalau luka karena lidah kemana obat hendak dicari, waspadalah.

Demikian ringkasan isi ceramah bintal Pengadilan Agama Stabat yang disampaikan oleh Drs. Asman Syarif, M. Hi, pada hari Rabu tanggal 4 Rajab 1439 H/21 Maret 2018, semoga bermanfaat.