Copyright 2018 - Pengadilan Agama Stabat

Stabat, pa-stabat.net (06/04)
Potensi menurut Kamus Besar Bahasa Indoseia adalah potensi /po•ten•si/ /poténsi/ n kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan; kekuatan; kesanggupan; daya;

Manusia dilahirkan telah dilengkapi oleh Allah Swt dengan berbagai potensi diantaranya, potensi akal dan nafsu. Maka dengan kedua potensi tersebut manusia bisa menjadi orang yang baik dan bisa menjadi orang yang tidak baik, tergantung kepada yang bersangkutan bagaimana cara dia menggali potensinya dan memanfaatkannya.

Al Qur’an menginformasikan bahwa Allah swt melengkapi manusia itu dengan bibit fujur dan taqwa (Q.S.Assyams. ayat 8). Bibit fujur dipengaruhi oleh dua factor yaitu faktor internal dari dalam diri sendiri yang akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan kehendak hawa dan nafsu duniwiyah yang buruk dan dalangnya adalah iblis dan syetan dan faktor eksternal seperti lingkungan, keluarga, tempat kerja yang kikerumuni oleh calo-calo yang selalu mengiming-imingi dengan sesuatu yang menggiurkan apabila berhasil sesuai dengan permintaan/keinginan si calo.

Oleh karena itulah maka untuk meminimalisir potensi fujur itu maka tetap diperlukan adanya pembinaan dan pengawasan baik itu melalui atasan langsung atau dengan memantapkan system waskat pengawasan melekat dan menumbuhkembangkan keyakinan bahwa semua perbuatan, perkataan akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah Swt dan dengan memproteksi jalur-jalur penghubung adanya praktek percaloan di kantor ini maka ditiadakan kantin di dalam kantor dan setiap pengunjung kator akan dilengkapi kartu pengenal: apakah sebagai tamu, sebagai pihak berperkara, sebagai saksi dan lain sebagainya.

Salah satu pelajaran berharga yang dapat diambil dari mengisi laporan LHKPN atau LHKASN, masih di dunia ini saja bagaimana sulitnya membuat pertanggungjawaban harta yang kita miliki padahal masih ada arsip-arsipnya dan dapat minta bantu kepada teman, begitupun sulit, apalagi nanti di alam akhirat dihadapan Allah swt yang tidak ada kesempatan untuk bersilat lidah.
Sedangkan bibit taqwa tumbuh dan berkembang sesuai dengan kehendak fitrah manusia yang bersih berdasarkan hidayah dari Allah Swt dan mitra pengedalinya adalah Malaikat sebagai aparat Allah Swt mengarahkan manusia kepada taqwa.

Maka dengan rutinnya diadakan pembinaan baik itu pembinaan yang dilakukan oleh pimpinan maupun dengan pembinaan mental (bintal) dan zona integritas yang telah dibangun diharapkan semua warga Pengadilan Agama Stabat lebih dominan taqwanya dan meminimalisir fujurnya dan semakin menyatu hati, pikiran dan perbuatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, karena sekali menerima tawaran suap pasti akan sulit mengentikannya dan akan selalu dikejar bayang-bayang.

Demikian pembinaan yang disampaikan oleh Ketua Drs.Darmansyah Hasibuan, S.H., M.H. pada hari Rabu tanggal 18 Rajab 1439 H/4 April 2018, untuk dimaklumi dan diindahkan.