Copyright 2018 - Pengadilan Agama Stabat

Stabat, pa-stabat.net (09/05)
Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, yaitu bulan penuh keberkahan, Allah ‘Azza wa Jalla telah mewajibkan kepada kalian berpuasa didalamnya, di bulan itu pintu-pintu langit akan dibuka dan pintu-pintu neraka akan ditutup, di bulan itu setan-setan diikat. Demi Allah, pada bulan itu ada malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa terhalang mendapatkan kebaikannya maka sungguh ia telah terhalang untuk mendapatkan pada bulan lain.

Demikian besar dan banyaknya keutamaan dan kelebihan yang akan diraih pada bulan ramadhan, maka wajar bulan ramadhan tersebut dinamai dengan bulan agung, kadatangannya sangat ditunggu-tunggu, bisa di ibaratkan sebagai tamu agung.

Karena tamu agung yang ditunggu-tunggu itu sebentar lagi akan tiba, maka perlu dipersiapkan segala sesuatu untuk menyambutnya. Diantara persiapan-persiapan diperlukan adalah:

  1. Planning (perencanaan), mulai sekarang mari kita pasang rencana/niat bahwa jika Allah menyampaikan umur kita sampai bulan ramadhan, kita akan berpuasa sebulan penuh.
  2. Persiapan jiwa, dengan menyambut kedatangan ramadhan tahun ini dengan penuh kegembiraan dan senang hati serta berjanji dalam hati bahwa ramadhan tahun ini kita akan mempuasakannya lebih aik dari Ramadan tahun yang lalu dan segera mohon maaf mohon izin kepada kedua orangtua, jiran tetangga, teman atau rekan kerja atas segala kesalahan yang pernah diperbuat pada bulan-bulan sebelumnya. Salah satu cara untuk mempersiapkan jiwa untuk menyambut Ramadhan adalah dengan jalan melatih dan memperbanyak ibadah di bulan sebelumnya, minimal di bulan Sya’ban ini seperti memperbanyak puasa Sunnat
  3. Persiapan phisik, dengan menjaga kesehatan/kebugaran jasmani, jika sedang kurang fit segera berobat serta menghindari hal-hal yang bakal mengganggu kesehatan.
  4. Persiapan ilmu, mumpung belum sampai ramadhan, mari segera kita buka atau menghadiri majelis ta’lim untuk ulang kaji tentang syarat wajib, syarat shah, rukun, sunat-sunat, yang makruh dan yang membatalkan puasa serta segera mengqadha ramadhan yang lalu yang belum di qadhanya.
  5. Persiapan harta, jauh-jauh hari harus kita persiapkan harta untuk di infaqkan, di sedekahkan atau dizakatkan pada bulan ramadhan, karena infaq yang terbaik adalah infaq pada bulan ramadhan.

Disamping perencanaan dan persiapan tersebut juga perlu kita mempunyai target yang harus dicapai dalam melaksanakan puasa ramadhan, paling tidak targetnya adalah la’llakum tattaquun yakni taqwa yang sebenarnya yaitu takut kepada Allah baik dikala sendiri atau sedang di keramaian.